Tampilkan postingan dengan label ruang hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang hijau. Tampilkan semua postingan

Hijau Itu Bukan Masalah

Diposting oleh Unknown on Jumat, 11 Maret 2011

Hijau itu bukan masalah mungkin kata – kata ini sedikit sentilan bagi mereka yang senang sekali atau gemar membangun kenapa menurut mereka hijau itu tidak masalah ? klo menurut saya justru yang menjadi masalah adalah ketika meraka tidak mendapatkan keuntungan dari ruang hijau tersebut.

Yang di maksud keuntungan dari ruang hijau disini adalah menghilangkan ruang hijau dan mengganti dengan membangun mall, apartemen, perkantoran dan bangunan lainnya yang menghilangkan ruang hijau tapi memberikan keuntungan kepada mereka yang menginginkan yang ketimbangan menjaga lingkungan alam mereka.

Melihat keadaan dunia dan cuaca yang mulai tidak menentu masihkah kita berfikir hijau itu bukan masalah ? jika Anda masih berfikir hal tersebut sebaiknya Anda pikirkan masa depan penerus – penerus kita yang akan membangun dunia ini, apakah mereka akan membangun dunia ini dengan teknologi yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia ? pikirikan hal itu.

Pikirkan juga hal ini anak Anda setiap hari akan menghirup udara yang tidak sejuk dan tidak sehat ?

STOP berfikir hijau itu bukan masalah tapi mari kita berfikir masa depan kita, anak kita dan penerus kita.

desain arsitektur rumah

More aboutHijau Itu Bukan Masalah

Cara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Diposting oleh Unknown on Selasa, 21 September 2010

INILAH.COM, Jakarta - Keberadaan ruang hijau terbuka (RTH) di Ibukota sangat minim meski punya peran yang signifikan dalam menunjang hidup warga Jakarta. Namun, ada banyak cara untuk memulihkan Jakarta yang miskin RTH.

"Yang perlu dilakukan untuk bangun RTH baru di Jakarta, harus ada lahan hijau seperti taman dan hutan kota. Penambahannya memang tidak menambah luas, tapi nilai sosialnya harus tinggi," kata Ketua Kelompok Studi Arsitektur Lanskap Indonesia Nirwono Yoga dalam diskusi 'Ruang terbuka hijau versus kepentingan bisnis' di Mayapada Tower, Jakarta, Kamis (27/8)

Konsultan Arsitek Nirwono menjelaskan, berdasarkan UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, Jakarta membutuhkan RTH seluas 30 persen dari seluruh wilayah. RTH itu terdiri dari RTH publik sebanyak 20 persen dan RTH privat sebanyak 10 persen. Selanjutnya, harus dilakukan peremajaan kota di kawasan terpadu. RTH juga tidak bisa berganti lokasi apalagi ditukar dengan uang.

Dia pun menyarankan ruang hijau berupa green roof dan green wall untuk bangunan yang tak memiliki ruang terbuka cukup luas.

Langkah selanjutnya, harus ada refungsionalisasi tempat di Jakarta untuk dijadikan RTH. Misalnya, pembukaan jalur hijau di bantaran sungai, di kolong jalan raya, di pinggir rel kereta api dan waduk.

"Sehingga diharapkan 30 persen RTH bisa dicapai walaupun memakan waktu 10 sampai 20 tahun lagi," imbuhnya.

Menurut Nirwono, pengembalian fungsi RTH yang paling mudah dilakukan adalah dengan membuka jalur hijau di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sayangnya, dalam 10 tahun ini RTH tidak bisa bertambah karena SPBU kebanyakan dimiliki pejabat atau dibekingi pejabat. Hal itu menyulitkan pemerintah melakukan refungsionalisasi.

"Selain itu persoalannya RTH dilanggar tidak ada sanksi. Selain itu banyak pengembang yang menyatakan sudah membayar RTH walaupun sebenarnya RTH itu sudah dipindahkan lokasinya," tandasnya. [fiq]

More aboutCara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Mendirikan atau Membangun Gedung dengan Arsitek Hijau

Diposting oleh Unknown


Lahan hijau di Indonesia khususnya di Jakarta semakin tipis bahkan bisa di bilang sudah tidak ada hal ini sangat menyedihkan. Banyak bangunan tinggi dan besar di Jakarta namun ruang hijau yang ada di Jakarta sangat minim, selain itu perkembangan gedung – gedung di Jakarta dapat dikatakan sangat pesat dan hampir tiap tahun di dirikan gedung baru. Hal ini yang menyebabkan global warming yang semakin tinggi dan merugikan masyarakat dunia.

Kebanyakan bentuk arsitek design gedung di Jakarta sangatlah tidak benar dan sangat global warming karena banyaksekali gedung yang menggunakan kaca sedangkan jika arsitek design yang terlalu banyak menggunakan kaca efek yang di timbulkan adalah efek rumah kaca yang merupakan salah satu penyebab global warming terjadi. Selain itu banyak gedung yang didirikan lupa membuat ruang hijau atau taman yang sangat – sangat berguna bagi keseimbangan alam yang ada disekitarnya.

Kesalahan dalam pemilihan lahan pun sering sekali terjadi, banyak sekali gedung yang berdiri di atas tanah bakau yang seharusnya bukan lahan untuk gedung tapi memang seharusnya untuk taman bakau yang berguna untuk ekosistem kehidupan yang ada di sekitarnya.

Berikut solusi yang mungkin berguna dan dapat di terima :

Pemilihan Lahan

Kita harus pintar dalam memilih lahan untuk membangun atau mendirikan gedung perkantoran, jangan memilih lahan yang memang sudah seharusnya sebagai penyeimbang alam. Hindari mendirikan di atas lahan yang sangat rentan seperti taman bakau, gas alam dan sebagainya.

Pemilihan Arsitek

Kita juga harus jeli dalam memilih konsultan arsitek atau arsitek gedung, karena ada beberapa arsitek yang nakal seperti memaksakan diri untuk mendirikan bangunan atau gedung di atas tanah / lahan yang tidak semestinya. Carilah konsultan arsitek yang bisa memberikan penjelasan mengenai tata ruang kota dan dapat membantu Anda dalam pemilihan lahan untuk pendirian gedung.

Desain

Sebaiknya desain arsitek dalam gedung memiliki desain yang ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan kaca yang berlebihan. Selain itu perbanyak taman di area gedung hal ini sangat berguna untuk menjaga keseimbangan linkungan di sekitar gedung.

Demikian solusi yang semoga di terima dan bermanfaat. Erick
More aboutMendirikan atau Membangun Gedung dengan Arsitek Hijau

Kualitas Ruang Hijau di Kantor

Diposting oleh Unknown on Rabu, 07 Juli 2010

Berikut tips penghematan di kantor Anda, siapa tahu bisa langsung dipraktekan untuk mendukung gerakan hijau yang sedang booming ini.

  • Hematlah kertas di ruang kantor baru . Print di dua sisi kertas, membaca di PDF, menggunakan fasilitas scanner sebagai ganti fotokopi, atau memakai fasilitas e-mail sebagai ganti surat dan tanda bukti. Untuk memudahkan membaca di browser tanpa melihat elemen-elemen yang tidak diinginkan, Anda dapat menggunakan Firefox dengan add-ons Aardvark.

  • Matikan komputer di ruang kantor baru ketika tidak dipakai. Jangan khawatir, komputer didesain untuk dapat menerima shut down sebanyak ratusan ribu kali di masa hidupnya. Jika Anda meninggalkan komputer sambil mendownload, pakai piranti lunak yang memiliki kemampuan auto shutdown on finish.

  • Nyalakan power management (sleep mode) untuk mengistirahatkan komputer dalam jangka waktu yang lebih singkat, bahkan lebih baik lagi jika Anda memakai fitur hibernate. Jika Anda butuh mengakses komputer dari tempat lain, Anda dapat menggunakan fasilitas Wake on LAN agar komputer bangun dengan akses dari komputer lain dalam jaringan yang sama.

  • Screensaver tidak menghemat energi. Pada monitor zaman dahulu screensaver dapat menjaga keawetan monitor, tapi monitor jenis itu sudah tidak ada lagi dan screensaver berganti fungsi menjadi hiasan.

  • Donasikan komputer yang hendak dibuang, pakai program khusus untuk menghapus bersih data-data rahasia.

  • Beberapa komponen seperti keyboard dan mouse sebaiknya dipakai kembali di komputer baru.

  • Perangkat keras yang memakai AC Adapter, biasanya tidak benar-benar berhenti bekerja walau telah dimatikan. Untuk mematikan perangkat tersebut bisa dengan mencabut kabelnya, memakai stop kontak yang memiliki tombol on off, ataupun dengan bantuan gadget seperti PowerMinder.

computingchannel.co.id

More aboutKualitas Ruang Hijau di Kantor

Desain Rumah Akhir Tahun

Diposting oleh Unknown on Selasa, 08 Desember 2009




Pada umumnya, tempat usaha cth usaha jaket motor yang ada di rumah mempunyai ukuran ruang yang tidak terlalu luas.
Dengan demikian, Anda harus menata interiornya agar ruangan itu tidak tampak sempit. Hal ini bertujuan agar orang yang datang merasa nyaman. Heru Wicaksono, desainer interior, menyarankan, agar ruangan usaha terkesan lega dan tidak kaku maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. Bermain dengan warna
Warna dinding yang menarik akan memberikan kesan nyaman bagi pelanggan cth pelanggan jaket motor yang datang. Selain itu, bermain dengan warna dinding yang tepat akan membuat ruangan menjadi lega. Sebagai contoh, ruang praktik dokter. Usahakan agar salah satu dindingnya bewarna cerah sehingga pasien yang datang merasa gembira meski sedang sakit.

2. Pilih perabot “ringan”
Furnitur—seperti kursi untuk tempat duduk pelanggan—sebaiknya dipilih yang bentuknya tidak terlalu “berat” sehingga ruangan tidak tampak sempit.

3. Pasang cermin di dinding
Cermin lazim dipakai untuk mendapatkan kesan luas pada ruang di tempat jaket motor. Dinding di ruangan yang sempit, bila dipantulkan ke cermin akan membuat kesan dinding tersebut tidak ada batasnya.

4. Pengaturan cahaya
Lampu bisa memberikan kesan ruangan tidak sempit asal arah pencahayaannya ditata dengan tepat. Pemakaian beberapa jenis lampu juga bisa memberikan mood yang baik bagi pelanggan
jaket motor yang datang. Usahakan menempatkan tidak hanya lampu untuk penerangan utama (general lighting) tetapi juga lampu yang fungsinya sebagai penerangan tambahan (decorative lighting atau task lighting)



http://www.kompas.com
More aboutDesain Rumah Akhir Tahun

ShareThis