Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label go green. Tampilkan semua postingan

Salah Siapa ?

Diposting oleh Unknown on Rabu, 02 Maret 2011

Melihat perkembangan dunia yang semakin hari semakin menuju ke zaman teknologi canggih memang menyenangkan tapi jika Anda melihat dari perubahan cuaca yang semakin hari semakin aneh apakah masih menyenangkan ?

Mulai dari banyaknya berdiri mall, hotel dengan desain interior hotel yang tidak ramah lingkungan, penggunaan bahan bakar yang tidak ramah dengan lingkungan dan masih banyak lagi kegiatan manusia yang merugikan alam.

Masihkan kita berfikir siapa yang salah ? saya rasa stop untuk berfikir dan mencari ini kesalahan siapa lebih baik mari kita introspeksi diri dan memulai kembali merapikan hal – hal sudah Anda rusak terutama di lingkungan sekitar Anda.

Ini bukan salah Anda ini bukan salah pemerintah kita tapi ini salah kita semua, jadi berhenti mencari kesalahan orang dan saling menyalahkan tapi mulailah membangun dan memperbanyak ruang hijau mulai dari lingkungan sekitar Anda dulu.

Mari jaga lingkungan Anda dengan hati bukan dengan pikirain material. erc

More aboutSalah Siapa ?

Viber Burst Energy Charger – Ngecas Handphone dengan Cara Berlari

Diposting oleh Unknown on Jumat, 25 Februari 2011

Lagi aksesoris handphone yang ramah lingkungan dengan teknologi tinggi namanya Viber Burst Energy Charger. Apa itu Viber Burst Energy Charger ? berikut penjelasan dari freemagz mengenai aksesoris handphone yang ramah lingkungan ini.

“Salah satu penemuan yang sangat ramah lingkungan ini akan memuat ponsel Anda kembali penuh terisi dengan menghubungkan ponsel Anda kea lat ini. Alat ini akan menyerap tenaga melalui aktivitas yang kaki Anda lakukan seperti berjalan kaki dan berlari. Anda cukup meletakan alat ini di tali sepatu Anda dan biarkan gerakan pada kaki Anda mengisi tenaga dalam alat tersebut, ketika Anda melihat baterai ponsel Anda mulai menipis, maka saatnya Anda menghubungkan alat ini ke ponsel kesayangan Anda “.

Mari mulai alihkan teknologi handphone Anda ke teknologi handphone yang ramah lingkungan. erc
More aboutViber Burst Energy Charger – Ngecas Handphone dengan Cara Berlari

Sony Ericsson Aspen – Ponsel Ramah Lingkungan

Diposting oleh Unknown on Selasa, 22 Februari 2011

Mari kita mengenal handphone dan aksesoris handphone yang ramah lingkungan. Nama handphone tersebut adalah Sony Ericsson Aspen, mari kita mengenalnya lebih dekat :

“ Sony Ericsson yang memang sedang menunjukan taringnya lagi ini kembali meluncurkan sebuah ponsel yang ramah lingkungan dan sangat mendukung go green. Ponsel ini memiliki daya tahan baterai yang cukup kuat, sehingga tidak membuat Anda repot dengan harus merecharge ulang baterai dari ponsel ini.

Sony Ericsson Aspen memiliki layar touchscreen 2.4 inch dengan resolusi QVGA. Sony Ericsson Aspen berjalan di jaringan quad-band GSM jadi Sony Ericsson Aspen dapat digunakan di berbagai negara di dunia. Selain itu Sony Ericsson Aspen sudah mendukung jaringan 3G dengan HSPA.

Sony Ericsson Aspen dilengkapi fitur-fitur seperti Wi-Fi, Bluetooth, USB dan 3.5mm audio jack, GPS, microSD slot dan 4GB microSD dalam paket penjualannya. Selain itu Sony Ericsson Aspen memiliki kamera digital 3.2 megapiksel dengan fixed-focus ” freemagz.

Sekarang pilih handphone sebaiknya pilih handphone yang ramah dengan lingkungan. erc

More aboutSony Ericsson Aspen – Ponsel Ramah Lingkungan

RITI Printer – Printer dengan Tinta Ampas Kopi dan Teh bagi Anda Ingin Go Green

Diposting oleh Unknown on Senin, 21 Februari 2011

Bagi Anda yang mencintai lingkugan alam tetapi juga mencintai teknologi sebaiknya Anda baca hal berikut yang saya kutip dari free magz online :

RITI Printer

Bagi pekerja kantoran nampaknya penggunaan printer yang satu ini memang sangat dibutuhkan, printer ini diklaim sangat ramah lingkungan karena menggunakan ampas dari teh dan kopi sebagai tinta printernya. Selain meminimalisasikan tinta, tentunya dengan printer ini Anda dapat dengan mudah menekan biaya yang biasa dikeluarkan untuk pembelian tinta yang mencapai harga yang terkadang sangat fantastis. Jika penggunaan ampas teh dan kopi tersebut memang sudah bisa diterapkan di seluruh dunia, tentunya angka sampah dari teh dan kopi akan berkurang dan tidak akan sia-sia begitu saja.

Mantabkan ?! nah sebaiknya jika Anda benar – benar mencintai lingkungan gadget ini adalah solusi tepat untuk Anda. erc

More aboutRITI Printer – Printer dengan Tinta Ampas Kopi dan Teh bagi Anda Ingin Go Green

Dimanakah Go Green Anda ?

Diposting oleh Unknown on Rabu, 16 Februari 2011

Melihat Desain arsitektur rumah dan bangunan yang ada di kota – kota besar terutama di beberapa perumahan apakah kita masih melihat go green atau kegiatan – kegiatan kecil yang menjaga lingkungan sekitar ?

Saya rasa kegiatan go green akhir – akhir ini sudah jarang di galakan karena saya melihat makin banyak perumahan, lapangan golf, apartemen, mall dan lainnya yang berdiri dan mengakibatkan kurangnya ruang hijau di kota – kota besar.

Jika hal tersebut terus dilakukan bukan tidak mungkin banjir yang membuat lumpuh kota Jakarta khususnya di beberapa dearah pusat perekonomian Jakarta beberapa tahun yang lalu akan terjadi lagi dan membuat roda perekoniman Indonesia berhenti untuk sejenak.

Lalu jika hal itu sudah terjadi apakah kita saling menyalahkan ? saling menuduh ? atau saling lempar batu sembunyi tangan ? jika saya dapat berkata dan mengemukan pendapat tentu saya akan berkata bukan waktunya bagi kita untuk saling menuduh dan menyalahkan tapi waktunya untuk membangun karakter kita terutama karakter untuk menciptakan dan menjaga lingkungan sekitar kita.

Go green bukan hanya sekedar kita mengikuti kegiatan – kegiatan go green, ikut – ikutan teman, ingin mencari popularitas dan lainnya tapi pada dasarnya go green itu harus datang dari dalam diri kita sendiri lalu wujudkan dengan menjaga lingkungan sekitar kita, misalnya membuat taman hijau di rumah, menanam pohon – pohon kecil dilingkungan rumah, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret – coret, desain arsitek rumah yang ramah dengan lingkungan dan masih banyak lagi kegiatan yang seru dan bermanfaat bagi linkungan.

Semoga dengan tulisan ini kita tidak saling menyalahkan lagi tapi mulai membangun dan merefleksikan go green yang ada di dalam hati kita. erick

More aboutDimanakah Go Green Anda ?

Arsitek Hijau Makin Langkah

Diposting oleh Unknown on Jumat, 11 Februari 2011

Membangun rumah dengan desain arsitektur rumah yang baik dan ramah lingkungan tidaklah mudah karena masih banyak hal yang harus diinginkan. Berikut beberapa kesulitannya :

Arsitek

Makin kini sulit sekali menemui arsitektur bangunan / rumah yang perduli dengan lingkungan sekitar malahan makin banyak jumlah bangunan dan rumah ketimbang ruang hijau.

Bangunan

Sejumlah bangunan di kota besar seperti di Jakarta makin kesini juga makin tidak peduli dengan keadaan sekitarnya contoh makin banyak penggunan kaca ketimbang bahan yang bisa menyerap panas.

Ruang hijau

Ruang hijau yang semakin dikit akibat banyak sekali mall dan apartemen yang bertumbuh lebih pesat ketimbang ruang hijau. Hal ini juga salah satu pemicu sulitnya mewujudkan arsitek hijau di kota besar.

Hmm setelah melihat hal ini masihkan kita berfikir untuk mendirikan bangunan seperti gedung perkantoran, apartemen, perumahan dan mall ?

Semoga kita makin berfikir. er

More aboutArsitek Hijau Makin Langkah

Cara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Diposting oleh Unknown on Selasa, 21 September 2010

INILAH.COM, Jakarta - Keberadaan ruang hijau terbuka (RTH) di Ibukota sangat minim meski punya peran yang signifikan dalam menunjang hidup warga Jakarta. Namun, ada banyak cara untuk memulihkan Jakarta yang miskin RTH.

"Yang perlu dilakukan untuk bangun RTH baru di Jakarta, harus ada lahan hijau seperti taman dan hutan kota. Penambahannya memang tidak menambah luas, tapi nilai sosialnya harus tinggi," kata Ketua Kelompok Studi Arsitektur Lanskap Indonesia Nirwono Yoga dalam diskusi 'Ruang terbuka hijau versus kepentingan bisnis' di Mayapada Tower, Jakarta, Kamis (27/8)

Konsultan Arsitek Nirwono menjelaskan, berdasarkan UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, Jakarta membutuhkan RTH seluas 30 persen dari seluruh wilayah. RTH itu terdiri dari RTH publik sebanyak 20 persen dan RTH privat sebanyak 10 persen. Selanjutnya, harus dilakukan peremajaan kota di kawasan terpadu. RTH juga tidak bisa berganti lokasi apalagi ditukar dengan uang.

Dia pun menyarankan ruang hijau berupa green roof dan green wall untuk bangunan yang tak memiliki ruang terbuka cukup luas.

Langkah selanjutnya, harus ada refungsionalisasi tempat di Jakarta untuk dijadikan RTH. Misalnya, pembukaan jalur hijau di bantaran sungai, di kolong jalan raya, di pinggir rel kereta api dan waduk.

"Sehingga diharapkan 30 persen RTH bisa dicapai walaupun memakan waktu 10 sampai 20 tahun lagi," imbuhnya.

Menurut Nirwono, pengembalian fungsi RTH yang paling mudah dilakukan adalah dengan membuka jalur hijau di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sayangnya, dalam 10 tahun ini RTH tidak bisa bertambah karena SPBU kebanyakan dimiliki pejabat atau dibekingi pejabat. Hal itu menyulitkan pemerintah melakukan refungsionalisasi.

"Selain itu persoalannya RTH dilanggar tidak ada sanksi. Selain itu banyak pengembang yang menyatakan sudah membayar RTH walaupun sebenarnya RTH itu sudah dipindahkan lokasinya," tandasnya. [fiq]

More aboutCara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Bangunan Hijau dan Interior Desain

Diposting oleh Unknown on Jumat, 17 September 2010

Bahan bangunan untuk arsitek design seperti semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan dan mendukung gerakan go green.

Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah bisa di gantikan material baja ringan. Kegiatan seperti penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Selain itu, baja ringan dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.

Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan. Batu bata alami digunakan untuk pembuatan dinding di rumah sehingga dinding dapat menyerap panas dari sinar matahari.

Pemilihan bahan lantai rumah dapat dikatakan beragam, seperti lantai marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai rumah tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik dan mempunyai arsitek design yang unik dan berbeda dengan yang lainnya. Lantai teraso (tegel) mempunyai arsitek design berwarna abu-abu gelap dan kuning yang terkesan sederhana dan antik dapat diekspos baik asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plesteran pada dinding dan lantai di beberapa tempat akan terasa unik.

Selain itu beberapa konsultan arsitek sudah mulai mengembangkan dan menyarankan kepada klien mereka untuk menggunkan sistem pengolahan air limbah bersih yang mendaur ulang air buangan sehari-hari (cuci tangan, piring, kendaraan, bersuci diri) maupun air limbah (air buangan dari kamar mandi) yang dapat digunakan kembali untuk mencuci kendaraan, membilas kloset, dan menyirami taman, serta membuat sumur resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan lubang biopori (10 sentimeter x 1 meter) sesuai kebutuhan.

Edit oleh erick. Artikel asli di tulis oleh nirwono joga

More aboutBangunan Hijau dan Interior Desain

Desain Interior Bergaya Go Green

Diposting oleh Unknown


Arsitek design rumah saat ini mengalami perkembangan yang cepat. Hal ini wajar karena merupakan keharusan sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin lama semakin maju dan bila di lihat semakin lama bumi kita juga semakin terkikis dengan bentuk rumah yang tidak ramah lingkungan.

Sebuah penelitian menyebutkan, bila tanaman di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm, maka dapat mengurangi pemakaian AC sekitar 25 persen. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah green roof mempunyai suhu udara lebih rendah, yaitu sekitar 3 derajat hingga 4 derajat Celsius dibandingkan dengan suhu udara di luar ruangan.

Green roof dan green wall juga berfungsi sebagai filter udara yang membuat udara lebih bersih. Sebagai informasi, setiap satu meter persegi rumput di bagian atap dapat menghilangkan sekitar 0,2 kg partikel udara yang kotor setiap tahunnya. "Mungkin kecenderungan desain ini akan bertahan lima hingga sepuluh tahun ke depan," duganya.

Dengan semakin sempitnya lahan perumahan, konsultan arsitek menjadi lebih kreatif dalam mendesain rumah di lahan sempit. Misalkan saja dengan semakin mengefisienkan penggunaan ruangan. Langkah tersebut bisa dilakukan untuk membangun berbagai jenis properti, baik town house maupun apartemen. Tidak berbeda dengan itu, arsitek senior dari PT Jakarta Konsultindo Didi Haryadi mengatakan, desain minimalis masih akan menjadi pilihan pengembang dalam membangun proyek-proyeknya. Ini karena masyarakat khususnya kelas menengah bawah relatif masih menyukai desain rumah seperti itu.

Namun akan lebih baik kalau arsitek design yang akan digunakan dalam pembangunan atau renovasi rumah harus disesuaikan dengan iklim tropis negara Indonesia. Sebab, ada kalanya masyarakat Indonesia lebih menyukai arsitek design yang mengikuti iklim luar negeri. Kadek Suastika, ST.
More aboutDesain Interior Bergaya Go Green

Arsitek Desain Modern Minimalis Gaya GO GREEN !

Diposting oleh Unknown on Senin, 06 September 2010


Gerakan ramah lingkungan harus terus kita galakan dan sosialisasikan dalam kehidupan sehari – hari baik dalam pembangunan rumah atau yang lainnya. Namun bagi beberapa orang gerakan go green dalam membangun rumah atau interior di dalam rumah tidaklah mudah dan gampang karena banyak sebagian orang tidak terbiasa dengan pola kehidupan go green tersebut. Akan tetapi kita mau sampai kapan jika kita selalu malas dan tidak mau membiasakan diri kita dengan pola hidup go green. Berikut tipsnya bagi Anda yang ingin mencoba dan belajar hidup go green baik dalam arsitek rumah dan arsitek interior dan sebagainya :

Maksimalkan jendela rumah

Fungsi jendela rumah untuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya dapat Anda maksimalkan untuk menghemat energi listrik pendingin ruangan / AC (air conditioner) jika Anda belum bisa dan belum mengetahui cara menghemat energi sebaiknya konsultasikan kepada konsultan arsitek design interior Anda. Untuk mengurangi panasnya pantulan sinar matahari dan mengeliminir temperature dingin di dalam ruangan (khususnya ber-AC), gunakan fasade kaca pintar. Dengan menggunakan kaca jenis ini, suhu udara di lingkungan sekitar lambat laun akan mulai menurun.

Lantai Ramah Lingkungan

Material arsitek design seperti lampu, lantai kayu untuk lantai sebenarnya tidak hanya terbuat dari ubin namun juga bisa menggunakan bahan-bahan alami. Jika selama ini, lantai di rumah lebih kerap menggunakan ubin atau kayu maka kali ini Anda bisa membangun lantai yang bermaterialkan bambu.

Selektif menggunakan pemanas air

Batasi penggunaan pemanas air dan hanya gunakan pada saat diperlukan. Karena sering tanpa disadari, Anda tetap menyalakan pemanas air meski sedang tidak banyak yang menggunakan untuk mandi.

Gunakan kompor induksi

Pilihan lain menghemat energi gas dan minyak yakni menggunakan kompor induksi. Memasak dengan kompor ini lebih cepat matang dibanding kompor biasa. Berbeda dengan kompor pada umumnya, kompor ini mungil dan tipis sehingga akan terlihat sangat mungil jika diletakkan di dapur. Sumber : Ari Dwi Astuti
More aboutArsitek Desain Modern Minimalis Gaya GO GREEN !

ShareThis