Tampilkan postingan dengan label bangunan hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangunan hijau. Tampilkan semua postingan

Arsitek Hijau Makin Langkah

Diposting oleh Unknown on Jumat, 11 Februari 2011

Membangun rumah dengan desain arsitektur rumah yang baik dan ramah lingkungan tidaklah mudah karena masih banyak hal yang harus diinginkan. Berikut beberapa kesulitannya :

Arsitek

Makin kini sulit sekali menemui arsitektur bangunan / rumah yang perduli dengan lingkungan sekitar malahan makin banyak jumlah bangunan dan rumah ketimbang ruang hijau.

Bangunan

Sejumlah bangunan di kota besar seperti di Jakarta makin kesini juga makin tidak peduli dengan keadaan sekitarnya contoh makin banyak penggunan kaca ketimbang bahan yang bisa menyerap panas.

Ruang hijau

Ruang hijau yang semakin dikit akibat banyak sekali mall dan apartemen yang bertumbuh lebih pesat ketimbang ruang hijau. Hal ini juga salah satu pemicu sulitnya mewujudkan arsitek hijau di kota besar.

Hmm setelah melihat hal ini masihkan kita berfikir untuk mendirikan bangunan seperti gedung perkantoran, apartemen, perumahan dan mall ?

Semoga kita makin berfikir. er

More aboutArsitek Hijau Makin Langkah

Bumi dan Arsitek

Diposting oleh Unknown on Rabu, 13 Oktober 2010

Bumi kita semakin hari semakin tidak ramah baik itu dari udara, lingkungan dan hawa yang biasanya kita hirup di pagi hari yang dulu terasa menyegarkan kini tidak terasa menyegarkan lagi karena begitu banyak jumlah kendaraan bermotor dan banyak bangunan gedung bertingkat yang tidak lagi memperhatikan lingkungan sekitar baik dalam arsitek design, desain interior, desain eksterior dan hal lainnya.

Lalu bagaimana bentuk dan arsitek design dari bangunan atau gedung yang baik dan ramah lingkungan ? saya coba untuk menuliskannya walaupun saya orang awam, berikut kiatnya yang di berikan oleh konsultan arsitek :

Arsitek Design

Bentuk arsitek design bangunan yang baik dan ramah lingkungan adalah bangunan yang memperhatikan lingkungan sekitarnya seperti membuat taman di lingkungan rumah dan gedung selain itu kurangi jumlah penggunaan kaca pada rumah atau bangunan gedung kantor.

Desain Interior

Untuk desain interior sebaiknya kita menggunakan interior yang ramah lingkungan dan mengurangi pengunaan listrik yang sangat berlebihan, selain itu gunakan bahan bahan seperti kayu, dan kurangin penggunaan kaca dan lampu atau interior lainnya yang menggandung bahan kaca.

Desain Eksterior

Penggunaan bahan bahan bangunan yang berbahaya sebaiknya di hindarkan dan gantilah dengan bahan yang ramah dengan lingkungan. Perbanyak taman hijau dan taman yang memang di butuhkan untuk mengatur keseimbang lingkungan sekitar.

Tempat Sampah

Selalu sediakan tempat sampah yang dapat memuat sampah organik dan anorganik, agar kita tidak membuang sampah sembarangan.

Demikian tips dan kiat untuk menciptakan ruang hijau di rumah atau gedung. Konsultanarsitek
More aboutBumi dan Arsitek

Cara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Diposting oleh Unknown on Selasa, 21 September 2010

INILAH.COM, Jakarta - Keberadaan ruang hijau terbuka (RTH) di Ibukota sangat minim meski punya peran yang signifikan dalam menunjang hidup warga Jakarta. Namun, ada banyak cara untuk memulihkan Jakarta yang miskin RTH.

"Yang perlu dilakukan untuk bangun RTH baru di Jakarta, harus ada lahan hijau seperti taman dan hutan kota. Penambahannya memang tidak menambah luas, tapi nilai sosialnya harus tinggi," kata Ketua Kelompok Studi Arsitektur Lanskap Indonesia Nirwono Yoga dalam diskusi 'Ruang terbuka hijau versus kepentingan bisnis' di Mayapada Tower, Jakarta, Kamis (27/8)

Konsultan Arsitek Nirwono menjelaskan, berdasarkan UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang, Jakarta membutuhkan RTH seluas 30 persen dari seluruh wilayah. RTH itu terdiri dari RTH publik sebanyak 20 persen dan RTH privat sebanyak 10 persen. Selanjutnya, harus dilakukan peremajaan kota di kawasan terpadu. RTH juga tidak bisa berganti lokasi apalagi ditukar dengan uang.

Dia pun menyarankan ruang hijau berupa green roof dan green wall untuk bangunan yang tak memiliki ruang terbuka cukup luas.

Langkah selanjutnya, harus ada refungsionalisasi tempat di Jakarta untuk dijadikan RTH. Misalnya, pembukaan jalur hijau di bantaran sungai, di kolong jalan raya, di pinggir rel kereta api dan waduk.

"Sehingga diharapkan 30 persen RTH bisa dicapai walaupun memakan waktu 10 sampai 20 tahun lagi," imbuhnya.

Menurut Nirwono, pengembalian fungsi RTH yang paling mudah dilakukan adalah dengan membuka jalur hijau di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sayangnya, dalam 10 tahun ini RTH tidak bisa bertambah karena SPBU kebanyakan dimiliki pejabat atau dibekingi pejabat. Hal itu menyulitkan pemerintah melakukan refungsionalisasi.

"Selain itu persoalannya RTH dilanggar tidak ada sanksi. Selain itu banyak pengembang yang menyatakan sudah membayar RTH walaupun sebenarnya RTH itu sudah dipindahkan lokasinya," tandasnya. [fiq]

More aboutCara Pulihkan Bangunan dan Ruang Hijau di Jakarta

Bangunan Hijau dan Interior Desain

Diposting oleh Unknown on Jumat, 17 September 2010

Bahan bangunan untuk arsitek design seperti semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan dan mendukung gerakan go green.

Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah bisa di gantikan material baja ringan. Kegiatan seperti penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Selain itu, baja ringan dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.

Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan. Batu bata alami digunakan untuk pembuatan dinding di rumah sehingga dinding dapat menyerap panas dari sinar matahari.

Pemilihan bahan lantai rumah dapat dikatakan beragam, seperti lantai marmer, granit, keramik, teraso, dan parquet. Merangkai lantai rumah tidak selalu membutuhkan bahan yang mahal untuk tampil artistik dan mempunyai arsitek design yang unik dan berbeda dengan yang lainnya. Lantai teraso (tegel) mempunyai arsitek design berwarna abu-abu gelap dan kuning yang terkesan sederhana dan antik dapat diekspos baik asal dikerjakan secara rapi. Kombinasi plesteran pada dinding dan lantai di beberapa tempat akan terasa unik.

Selain itu beberapa konsultan arsitek sudah mulai mengembangkan dan menyarankan kepada klien mereka untuk menggunkan sistem pengolahan air limbah bersih yang mendaur ulang air buangan sehari-hari (cuci tangan, piring, kendaraan, bersuci diri) maupun air limbah (air buangan dari kamar mandi) yang dapat digunakan kembali untuk mencuci kendaraan, membilas kloset, dan menyirami taman, serta membuat sumur resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan lubang biopori (10 sentimeter x 1 meter) sesuai kebutuhan.

Edit oleh erick. Artikel asli di tulis oleh nirwono joga

More aboutBangunan Hijau dan Interior Desain

Kualitas Ruang Hijau di Kantor

Diposting oleh Unknown on Rabu, 07 Juli 2010

Berikut tips penghematan di kantor Anda, siapa tahu bisa langsung dipraktekan untuk mendukung gerakan hijau yang sedang booming ini.

  • Hematlah kertas di ruang kantor baru . Print di dua sisi kertas, membaca di PDF, menggunakan fasilitas scanner sebagai ganti fotokopi, atau memakai fasilitas e-mail sebagai ganti surat dan tanda bukti. Untuk memudahkan membaca di browser tanpa melihat elemen-elemen yang tidak diinginkan, Anda dapat menggunakan Firefox dengan add-ons Aardvark.

  • Matikan komputer di ruang kantor baru ketika tidak dipakai. Jangan khawatir, komputer didesain untuk dapat menerima shut down sebanyak ratusan ribu kali di masa hidupnya. Jika Anda meninggalkan komputer sambil mendownload, pakai piranti lunak yang memiliki kemampuan auto shutdown on finish.

  • Nyalakan power management (sleep mode) untuk mengistirahatkan komputer dalam jangka waktu yang lebih singkat, bahkan lebih baik lagi jika Anda memakai fitur hibernate. Jika Anda butuh mengakses komputer dari tempat lain, Anda dapat menggunakan fasilitas Wake on LAN agar komputer bangun dengan akses dari komputer lain dalam jaringan yang sama.

  • Screensaver tidak menghemat energi. Pada monitor zaman dahulu screensaver dapat menjaga keawetan monitor, tapi monitor jenis itu sudah tidak ada lagi dan screensaver berganti fungsi menjadi hiasan.

  • Donasikan komputer yang hendak dibuang, pakai program khusus untuk menghapus bersih data-data rahasia.

  • Beberapa komponen seperti keyboard dan mouse sebaiknya dipakai kembali di komputer baru.

  • Perangkat keras yang memakai AC Adapter, biasanya tidak benar-benar berhenti bekerja walau telah dimatikan. Untuk mematikan perangkat tersebut bisa dengan mencabut kabelnya, memakai stop kontak yang memiliki tombol on off, ataupun dengan bantuan gadget seperti PowerMinder.

computingchannel.co.id

More aboutKualitas Ruang Hijau di Kantor

ShareThis