Tampilkan postingan dengan label rumah nyaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah nyaman. Tampilkan semua postingan

Pintar Pilih Warna Rumah yang Sejuk dan Ramah Lingkungan

Diposting oleh Unknown on Senin, 06 September 2010


Membangun rumah dengan desain minimalis dan ramah lingkungan merupakan hal yang sangat berguna untuk Anda dan lingkungan sekitar terutama bagi Anda yang merupakan seorang yang menyukai kehijauan. Selain itu kegiatan menjaga lingkungan pun dapat Anda lakukan dalam pembangunan rumah idaman yang ramah lingkungan. Pemilihan material bahan bangunan yang ramah lingkungan merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan rumah yang ramah lingkungan namun ada beberapa tips lainya yang harus Anda lakukan jika ingin membangun rumah yang ramah lingkungan. Berikut tipsnya :

Pilih lokasi yang tepat dalam pembangun rumah ramah lingkungan. Jangan Anda bangun di lahan yang memang sudah tidak bisa di gunakan untuk bangun rumah atau yang sudah padat dengan penduduk, mintalah pendapat kepada konsultan arsitek yang sudah Anda pilih.

Buatlah langit rumah yang tinggi karena langit yang tinggi akan memaksimalkan sirkulasi udara di dalam ruang sehingga memungkinkan banyak sinar dan udara yang masuk yang membuat ruang tidak memjadi panas dan lembab.

Perbanyak tanaman di sekitar rumah. Seperti menanam pohon cemara, pohon rambutan dan pohon – pohon besar lainnya jika rumah Anda mempunyai lahan yang cukup besar.

Banyak tanam tumbuhan – tumbuhan kecil seperti pohon bonsai, pohon belimbing, pohon kaktus dan pohon lainnya.

Perbaikin dan bangun sistem pembuangan air yang baik sehingga sirkulasi dari pembuangan air akan berjalan dengan lancar.

Arsitek design yang tepat seperti dalam pemilihan warna rumah yang sejuk, pengaturan tata letak dari furniture dan interior lainnya, mintalah bantuan kepada arsitek design dalam melakukan pemilihan warna, furniture dan bahan – bahan interior maupun eksterior apa yang cocok dan ramah dengan lingkungan.

Kurangin penggunaan bahan – bahan elektronik yang menggunakan tenaga listrik yang akan menimbulkan pemanasan global.

Demikian tips yang semoga berguna bagi Anda yang ingin bangun rumah dengan konsep go green. Erick

More about → Pintar Pilih Warna Rumah yang Sejuk dan Ramah Lingkungan

Bentuk Arsitek Design Rumah Adat

Diposting oleh Unknown on Jumat, 03 September 2010


Membangun rumah adalah hal yang tidaklah gampang terutama membangun rumah sehat baik dari arsitek design, design interior, design eksterior, serta penataan furniture yang tepat dan sebagainya. Karena rumah juga harus dapat difungsikan sebagai tempat terapi fisik dan mental seluruh penghuni rumah. Rumah harus sehat sehingga penghuni rumah jadi ikut sehat. Dengan segala keterbatasan anggaran uang dan lahan, berbagai desain rumah hemat yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan mulai ditawarkan, dan itu tidak selalu harus mahal, asalkan tahu kiat-kiatnya. Keluarga yang hendak membeli rumah akan lebih bijaksana jika memilih rumah tumbuh atau rumah tingkat siap pakai. Sebab, setelah dihitung-hitung, peningkatan rumah standar menjadi rumah tingkat biayanya tetap lebih besar ketimbang membeli rumah tumbuh atau rumah tingkat sejak awal. Perhatikan pula kualitas, struktur bangunan rumah, arsitek design baik interior atau eksterior dan sebagainya.

Rumah sehat akan semakin berfungsi baik dengan didukung taman yang menghadirkan suasana alami yang sejuk dan teduh. Rumah taman akan menyatukan seluruh ruangan dan bangunan rumah dengan lingkungan sekitar. Dominasi warna hijau akan memberikan suasana tenang dan nyaman. Selingan aromatik tanaman dan warna-warni tanaman berbunga dan atau berdaun indah akan menambah keceriaan dan kehangatan rumah.

Kehadiran kolam air yang berisikan ikan dan tanaman air yang berupa kolam yang besar, tempayan atau gerabah, hingga kolam akuarium dilengkapi tanaman air seperti teratai, papirus atau eceng gondok, dan sereh, dapat pula memberikan ketenangan bagi penghuni rumah. Kompas
More about → Bentuk Arsitek Design Rumah Adat

Cara Pilih Bahan Bangunan Untuk Rumah

Diposting oleh Unknown on Senin, 30 Agustus 2010


Mungkin jika Anda berencana membeli Rumah jadi melalui developer Anda tidak perlu terlalu repot dengan proses seperti orang yang ingin membangun Rumah sendiri, Anda tinggal datang ke lokasi perumahan yang Anda inginkan, datang ke bagian pemasaran, memilih cluster yang anda inginkan dan selesai.

Berbeda dengan proses jika Anda ingin membangun Rumah sendiri baik menggunakan jasa konsultan arsitektur / kontraktor maupun dikerjakan sendiri.

Nah berikut ini adalah beberapa hal yang diperlukan untuk membangun Rumah agar semuanya berjalan dengan lancar, disamping Anda harus menyediakan dana tentunya.

1. Memilih lokasi tanah

Memilih lokasi dimana Rumah yang akan kita Bangun adalah suatu pekerjaan yang menuntut suatu ketelitian, bukan saja aspek teknis, juga beberapa aspek lain yang turut menentukan, seperti aspek ekonomi, pencapaian juga aspek lain yang bisa dijadikan dasar pemilihan lokasi tanah dimana kita akan membangun Rumah nantinya.

2. Mencari Informasi mengenai harga bangunan, model atau trend arsitek

Setelah kita mempunyai tempat yang tepat dimana kita akan membangun rumah, maka tahap berikutnya adalah mengumpulkan informasi selengkap mungkin tentang rencana pembangunan Rumah, kumpulkan informasi mengenai harga bangunan saat ini, melihat – lihat produk – produk bahan bangunan, misal dengan berjalan – jalan di super market bahan bangunan, dimana kita bisa melihat wujud dan harga bahan – bahan bangunan tersebut dalam hal ini sebaiknya Anda mintalah bantuan kepada konsultan arsitektur karena pihak mereka mempunyai informasi – informasi yang Anda butuhkan sehingga Anda dapat membangun rumah impian Anda.

3. Mencari Arsitek untuk membantu membuatkan disain Rumah

Jika kita sakit, kita mencari dokter untuk menyembuhkan penyakit kita, jika kita mempunya mobil dan rusak maka kita mencari seorang montir untuk memperbaiki mobil kita. Dan siapa yang kita perlukan apabila kita ingin membangun Rumah ? tentu saja seorang arsitek yang kita cari. Terkadang banyak orang berpikir berapa kita harus membayar seorang arsitek, padahal kita hanya ingin membangun Rumah kecil saja, terkadang pemikiran seperti ini sering terlintas dalam pikiran banyak orang tentang seberapa perlunya memanggil seorang arsitek untuk membuatkan disain Rumah yang akan kita Bangun, yang terlintas seringkali adalah “ pasti mahal memakai jasa arsitek untuk membangun Rumah “ .

4. Mengurus perijinan

Setelah kita memiliki gambaran tentang rencana pembangunan Rumah, tahap berikutnya adalah tahap dimana kita mulai mengurus perijinan tentang rencana pembangunan Rumah tersebut, yaitu dengan mengurus Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) di instansi pemerintah dari kelurahan, kecamatan sampai dengan walikota.

5. Proses Perjanjian Pembangunan

Proses Perjanjian Pembangunan adalah proses dimana kita memasuki tahap dimana rencana pembangunan Rumah akan dimulai, baik dikerjakan sendiri maupun di kerjakan oleh arsitek atau kontraktor.finsdesain
More about → Cara Pilih Bahan Bangunan Untuk Rumah

Renovasi Rumah Sebelum Menjual Rumah Agar Tidak Kecewa

Diposting oleh Unknown on Kamis, 08 Juli 2010

Anda ingin menjual rumah dengan cepat tapi tidak mau rugi? Berikut ini bisa menjadi panduan yang penting dilakukan sebelum Anda memasang spanduk atau papan "Dijual rumah" di depan rumah.
Anda lihat dan bandingkan rumah Anda dengan rumah tetangga serta di lingkungan. Bayangkan Anda sedang berkompetisi untuk menarik calon pembeli
dijual rumah. Apa yang terlintas di benak Anda ketika harus berkompetisi dengan rumah cantik di sebelah atau di ujung jalan depan rumah?
Calon pembeli kemungkinan besar akan memutuskan akan membeli rumah Anda dalam waktu 30 detik setelah memasuki rumah yang terlihat cantik dan rapi.
Belanjakan sedikit untuk mendapatkan nilai jauh lebih tinggi. Ingatlah bahwa kondisi rumah hampir sama pentingnya dengan lokasi. Kebanyakan broker yg berpengalaman setuju bahwa merenovasi atau mendekorasi rumah Anda berhasil memecahkan penjualan dan segala perbaikan itu relatif murah dibanding naiknya nilai jual rumah Anda.
Apabila calon pembeli berpikir bahwa mereka tak perlu melakukan perubahan apapun untuk pindah ke rumah yang akan mereka beli, mereka bersedia membayar lebih. Sebaliknya bila mereka berpikir harus mencat, mengganti plafon, memperbaiki lantai, mereka cenderung untuk menekan harga rumah. Mayoritas pembeli tidak memiliki dana berlebih untuk bisa langsung merenovasi rumah yang baru dibeli.
Situs jualbelisewa.com

More about → Renovasi Rumah Sebelum Menjual Rumah Agar Tidak Kecewa

ShareThis