Tampilkan postingan dengan label ph production. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ph production. Tampilkan semua postingan

Hubungan PH PRODUCTION Dengan Artis

Diposting oleh Unknown on Kamis, 19 November 2009


Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai bersaing dengan bisnis PH Production lain yang sudah eksis lebih dahulu :

Miliki Spesialisasi

Di tahap awal, tidak apa Anda mendirikan PH Production yang berprinsip “apa yang elo mau, gue ada” alias menangani hampir semua jenis kegiatan. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya Anda menangani kegiatan, maka harus ada spesialisasi bidang yang harus Anda pilih untuk PH Production Anda.

Semua PH Production besar pastilah mempunyai spesialisasi tertentu. Misalkan ada Java Musikindo yang spesialisasinya menyelenggarakan konser musik, ada Dyandra dan Panorama Convex yang piawai di bidang pameran, ada pula PH Production yang khusus menyelenggarakan seminar, ada yang jago bikin party yang heboh, dan ada pula yang khusus menggelar event olahraga.

Spesialisasi bidang sangat penting karena terkait hal-hal berikut ini:

  1. Proses belajar Anda dan tim Anda dalam penyelenggaraan suatu kegiatan akan lebih cepat. Dengan menangani satu bidang saja, misalnya konser musik, maka Anda akan lebih cepat belajar dan menjadi “ahli” di bidang penyelenggaraan konser musik. Bayangkan betapa sulitnya Anda belajar jika bidang yang ditangani terlalu banyak, dari mulai live music sampai khitanan. Dikhawatirkan jika proses belajar Anda setengah-setengah maka Anda akan jadi “ahli yang setengah-setengah” juga.
  2. Investasi barang modal Anda akan lebih terfokus, sebagai contoh investasi barang modal PH Production pameran, tentu berbeda dengan PH Production konser musik, atau PH Production seminar.
  3. Lebih cepat dikenal dan memudahkan untuk promosi. Tanpa adanya spesialisasi, maka nama PH Production Anda akan lebih sulit dikenal masyarakat. Hal ini juga akan membuat calon-calon klien sulit menghubungi Anda karena PH Production Anda tidak dikenal. Akibatnya PH Production Anda hanya akan jadi PH Production kecil yang sulit berkembang dan bermain pasar project kecil yang diperebutkan oleh banyak sekali EO kecil dan pemula lainnya.

Mulai dari Komunitas terdekat

Mulailah mencari pelanggan dari komunitas terdekat Anda dahulu, misalkan teman-teman di kampus, pihak kampus, teman-teman gaul, dsb. Tunjukkan dokumentasi kegiatan-kegiatan yang pernah Anda selenggarakan untuk membuat mereka yakin.

Jalinlah hubungan jangka panjang dengan klien-klien Anda terutama mereka yang mempunyai kegiatan yang bisa memberikan keuntungan cukup besar atau menaikkan citra PH Production Anda. Jangan berhenti berhubungan dengan mereka meskipun kerjasama kegiatan Anda sudah berakhir. Anda masih bisa berhubungan dengan berbagai macam cara, misalkan telepon, sms, ataupun email.

Hubungan jangka panjang dengan klien akan membuat Anda selalu berada di ingatan mereka ketika mereka akan membuat kegiatan serupa. Hubungan baik juga membuat mereka tak segan-segan mempromosikan PH Production Anda kepada kenalan-kenalan mereka yang membutuhkan jasa Anda. Jauh lebih mudah dan murah menjaga klien lama dibandingkan proses mendapatkan klien baru

http://seputar-eo.com

More aboutHubungan PH PRODUCTION Dengan Artis

Bisnis Usaha Ph Production

Diposting oleh Unknown on Rabu, 18 November 2009


Kerja sama ph production (ph) dengan stasiun televisi menyimpan bom waktu. Ujung pangkalnya adalah pembayaran yang sering telat. Tunggakan kerja sama ini mencapai puluhan miliar. Ph mesti pintar-pintar mengelola bisnisnya

Dunia bisnis production house memang tidak senantiasa seindah penampakan sinetronnya yang banyak dibalut kemewahan. Presiden direktur trans tv ishadi s.k. Mengatakan bahwa tunggakan stasiun televisi ke ph adalah hal yang wajar, karena masih dalam batas normal bisnis televisi. "ini kan bisnis televisi, bukan jual sepeda motor. Yang penting angsuran dibayar terus dan ada komitmen membayar tidak berhenti," katanya.

Bisnis ph production company (ph) harus kuat modalnya. Bagaimana tidak, bisnis ini membutuhkan investasi untuk alat yang harganya mahal. Lalu, ada ongkos operasional yang tidak murah. Untuk memproduksi satu episode sinetron (exhibition organizer) dibutuhkan modal sekitar rp 250 juta-rp 300 juta. Adapun satu film layar lebar mencapai rp 1 miliar. Gawatnya, keuntungan juga tidak bisa langsung dinikmati. Perlu dua atau tiga bulan untuk menerima hasil keringat.

Seiring perjalanan waktu dan tren bisnis hiburan, peran ph atau exhibition organizer justru kian tergusur. Beberapa stasiun televisi mulai mengembangkan in-house production alias memberdayakan awak stasiun sendiri. Di trans tv, misalnya, tayangan produksi in house mencapai 75%, sisanya baru digarap ph. "dengan in house kita bisa lebih kreatif, cepat memutuskan perubahan program, dan lebih hemat," ujar ishadi s.k., presiden direktur trans tv.

Rcti juga mengikuti jejak trans tv. Mereka membangun in-house production yang dinamakan mnc (media nusantara citra). Cuma, karyanya baru sebatas sinetron remaja dan film televisi. Itu pun, menurut wakil direktur utama rcti sutanto hartono, sinetron produksi in house belum bisa mengimbangi kualitas produk production house jakarta. Apalagi pada awal produksi, biasanya selalu rugi belum bisa untung. "masalahnya, apakah teve punya keahlian dan komitmen atau enggak, karena awalnya negatif terus return-nya," terang sutanto.

Lantaran berkeinginan mendorong peran in-house production, tak heran jika kebijakan stasiun televisi terasa makin memberatkan ph production company. Misalnya, untuk acara pada jam prime time tak ada lagi sistem revenue sharing (bagi hasil). "kontraknya beli putus, lalu program menjadi milik mereka seumur hidup," kata leo sutanto, pemilik sinemart.

Bagi ph production house jakarta, melihat situasi seperti ini, pilihannya cuma satu. Yaitu: memperkuat daya tawar, dengan membuat program yang bagus. Atau, kalah. Maklum, saingan ph itu bak api dalam sekam.

Forum.kafegaul.com

More aboutBisnis Usaha Ph Production

ShareThis