Tampilkan postingan dengan label toko baju. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toko baju. Tampilkan semua postingan

Membeli Baju Bayi Di Tanah Abang

Diposting oleh Unknown on Rabu, 05 Mei 2010



MELIHAT si kecil tampil cantik tentu menjadi idaman setiap orangtua, khususnya Moms. Tapi Moms perlu tahu bahwa membeli baju bayi tidak boleh asal-asalan.


Dr Ari Muhandari Ardhie SpKK dari Klinik Kulit dan Kelamin RSAB Harapan Kita, Jakarta memberikan panduan kepada Moms soal aturan membeli baju bayi di toko atau di situs iklan baris, seperti:


1. Perhatikan label baju. Posisi label baju yang baik adalah yang letaknya jauh dari kulit bayi, misalnya di samping bagian luar baju sehingga label tersebut tidak akan bergesekan dengan kulit bayi yang masih sangat lembut saat bayi bergerak. Jika label baju terletak di bagian leher belakang, gunting atau buanglah label tersebut agar bayi merasa nyaman dan tidak merasa gatal, oleh karena itu carilah di situs iklan baris.


2. Jangan memilih kerah yang terlalu sempit dan terlalu tebal. Pasalnya akan membuat bayi merasa tidak nyaman dan sulit bergerak.


4. Hindari penggunaan karet elastis di bagian pinggang, lengan, paha yang terlalu ketat. Karet elastis memiliki daya rekat yang kuat sehingga akan meninggalkan bekas dan bisa menimbulkan rasa gatal di kulit si kecil. Sebagai gantinya dapat digunakan benang karet yang daya rekatnya lebih lembut.


5. Tak harus bermerek! Tak ada alasan Moms harus membeli pakaian bayi bermerek dan berharga mahal di awal-awal kelahirannya. Bayi baru lahir akan berkembang sangat cepat sehingga baju-baju tersebut hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Berangkat dari itu, sebaiknya dalam membeli pakaian, belilah baju dengan ukuran yang lebih besar dari usianya.


http://lifestyle.okezone.com

More aboutMembeli Baju Bayi Di Tanah Abang

Cara Membuka Toko Online Dengan Modal Sedikit

Diposting oleh Unknown on Senin, 26 April 2010



1. MEMILIH TEMPAT


A. Gratisan


Ada beberapa tempat yang menyediakan fasilitas gratisan seperti blogger.com (blogspot), multiply.com, wordpress.com, Situs iklan baris. Pada awalnya, fasilitas gratis ini adalah tempat kegiatan blogging pada umumnya seperti berbagi cerita dan foto. Namun, dalam perjalanannya dimanfaatkan untuk kegiatan jualan. Memakai fasilitas ini cenderung mudah, tapi minim dalam fasilitas database, optimasi website dsb.


B. Berbayar


Kini sudah banyak penyedia layanan toko online dengan sewa hosting mulai Rp 450.000 per tahun dan bisa diperpanjang lagi. Harga tersebut sudah termasuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun serta pelatihan maintenance, daripada mahal solusi lainya bisa di lihat di Situs iklan baris. Dengan memakai layanan ini, toko online kita lebih serius dengan memakai alamat dan tampilan sesuai yang kita inginkan.


2. MEMILIH NAMA


Pilihlah nama domain dengan kata kunci yang gampang diingat dari jualan toko online Anda. Dengan memakai kata kunci ini, toko online kita gampang ditemui oleh pengunjung melalui mesin pencari (search engine). Misalnya saja, Anda menawarkan produk tas sekolah, pilih saja nama www.tassekolah.com.


3. BUATLAH ATURAN


Buatlah aturan dan tata cara belanja secara jelas dan mudah dipahami oleh calon pembeli seperti aturan pemesanan, pembayaran, dan pengiriman.


4. PASANG ALAMAT


Pasanglah alamat Anda, email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi dengan jelas. Bila perlu, pasang foto Anda untuk lebih meyakinkan.


5. DAFTAR INTERNET BANKING


Pilihlah rekening bank yang memiliki jaringan nasional dan daftarkan rekening pembayaran toko Anda dengan fasilitas internet banking untuk memudahkan kontrol pembayaran dari pembeli produk Anda.


6. PENGIRIMAN


Kemas barang pesanan dengan memperhatikan segi keamananan. Pastikan barang tidak rusak sampai tujuan. Pilihlah jasa pengiriman yang terpercaya dan murah cthnya bisa di lihat di situs iklan baris. Simpan nota/resi pengiriman untuk kontrol pengiriman.


http://ferdian.web.id

More aboutCara Membuka Toko Online Dengan Modal Sedikit

Bagaimana Memulai Usaha Toko

Diposting oleh Unknown on Selasa, 08 Desember 2009


Bagi sejumlah orang, keinginan untuk memulai bisnis dan usaha toko jaket motor menjadi impian dan keinginan menggebu-gebu. Namun, tak sedikit pula yang ragu memulainya karena banyak ketakutan-ketakutan yang berkecamuk.
Penulis buku Rahasia Sukses Toko Tionghoa Istijanto Oei mengajak belajar dari orang Tionghoa yang terkenal lihai dalam memulai dan mengelola bisnis. Berikut adalah tipsnya:
1. Mulailah dengan jenis usaha berdasarkan keahlian atau hobi keluarga Anda cth jual jaket motor. Dengan demikian Anda cukup menguasainya dan bersemangat untuk mengembangkannya.
2. Carilah lokasi usaha yang paling potensial. Anda bisa sesuaikan dengan segmentasi dan jenis usaha Anda.
3. Perhatikan tempat dan buat semenarik mungkin. Jika perlu renovasi, tekan biayanya. Soal modal jaket motor, sesuai dengan prinsip orang Tionghoa, jangan ragu memulai dari 'nol'.
4. Membuka toko berarti harus cerdik menentukan barang yang paling cepat laku dari jenis usaha Anda misalnya jaket motor, karena nanti modal akan banyak tersedot untuk pengadaan barang yang paling cepat laku tersebut.
5. Jika dana terbatas untuk modal pengadaan barang, bisa juga meminjam barang saudara atau rekanan yang mau dititipkan. "Atau konsinyasi dari pemasok 'beli kalau laku", atau dengan membuat gudang bersama," ujar Istijanto.
6. Saat pembukaan toko cth toko jaket motor, jangan lupa mengundang sanak saudara atau relasi.
7. Hati-hati dalam mencari relasi bisnis cth bisnis jaket motor. Carilah relasi yang dapat dipercaya. Orang Tionghoa lebih sering memakai hubungan keluarga. "Jangan mudah percaya pada orang," tandas Istijanto.
8. Perhatikan kualitas barang-barang yang diperoleh dari relasi cth jaket motor, jangan langsung senang memperoleh barang murah dan selalu ingat bernegosiasilah dengan pemasok soal harga. Akan lebih baik Anda membangun jejaring dengan toko-toko lain, sehingga mengetahui informasi-informasi penting bagi usaha Anda atau memiliki cukup pasokan barang dengan gudang bersama.
Komitmen Pemilik
9. Sejak awal, pemilik harusnya mulai berkomitmen untuk memperhatikan penuh usahanya ini. Dalam kebiasaan Tionghoa, pemilik harus ada di toko itu. Pemilik harus disiplin berada di tokonya setiap hari.
10. Dalam bergaul dengan karyawan dan pembeli jangan menempatkan diri sebagai bos. "Justru pemilik harus terjun langsung melayani pembeli. Karena pembeli paling suka bertemu langsung dengan pemilik," ujar Istijanto. Dengan berada di toko, pemilik berarti mengusahakan secara eksternal membangun kepercayaan pembeli dan secara internal mengontrol langsung karyawannya




Kompas.com

More aboutBagaimana Memulai Usaha Toko

ShareThis