Tampilkan postingan dengan label industri pertambangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label industri pertambangan. Tampilkan semua postingan

Kemiskinan Akibat Pertambangan

Diposting oleh Unknown on Kamis, 15 Juli 2010

Kegiatan industri pertambangan dalam dua dekade terakhir ini semakin menarik perhatian banyak pihak, khususnya para aktivis gerakan lingkungan hidup dan jaringan LSM advokasi HAM. Hal ini disebabkan adanya paradoks dalam kegiatan eksplorasi pertambangan yang seringkali berbenturan dengan kepentingan konservasi sumberdaya alam dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dampak langsung kegiatan pertambangan, khususnya pertambangan emas dan tembaga diantaranya kerusakan ekologis seperti berkurangnya debit air sungai dan tanah, pencemaran air laut, kerusakan hutan hingga sedimentasi tanah masih menjadi masalah yang belum terpecahkan secara tuntas.

Fakta yang paling merisaukan kini adalah dampak buruk berantai dalam jangka panjang. Intensitas dampak eksplorasi pertambangan emas dan tembaga tidak hanya merubah derajat kualitas sumber daya alam dan lingkungan hidup yang merugikan generasi masa kini tetapi juga kerugian bagi generasi yang akan datang. Pelajaran mengajarkan bahwa kegiatan pra-ekplorasi telah memicu deforestation, sebab kandungan emas, tembaga dan mineral berada dalam tanah pada kedalaman dan lapisan tertentu dari perut bumi. Selain itu juga dijumpai fakta diberbagai kawasan eksplorasi pertambangan selalu menjadi kantong kemiskinan massif, kemiskinan aktif dan kemiskinan pasif.

Jika kemiskinan aktif terjadi karena seseorang kehilangan sumberdaya untuk memberdayakan diri dan mempertahankan hidupnya, maka kemiskinan pasif terjadi karena hilangnya akses untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dan pemanfaatan sumberdaya yang ada di sekelilingnya. Meluasnya bentuk-bentuk kemiskinan aktif dan pasif inilah penyebab utama munculnya kemiskinan massif yang ditandai oleh kelaparan ditengah kemewahan, putus sekolah massal ditengah pemborosan anggaran pendidikan, keringkihan massal ditengah gaya hidup royal dan boros kaum pemodal.

Sedihnya, fakta demikian terjadi pada hampir seluruh kawasan dimana kaum pemodal sektor
industri pertambangan melakukan eksplorasi emas, tembaga dan berbagai jenis batu mulia, mineral, logam, timah, nikel, dan lainnya. IFV*) Iwan Febriand V

More about → Kemiskinan Akibat Pertambangan

Harta Warisan Industri Pertambangan

Diposting oleh Unknown on Kamis, 24 Juni 2010


Industri pertambangan pada pasca operasi akan meninggalkan banyak warisan yang memiliki potensi bahaya dalam jangka panjang, antara lain; Lubang tambang (Pit), Air asam tambang (Acid Mine Drainage), dan Tailing.

Lubang Tambang. Sebagian besar industri pertambangan mineral di Indonesia dilakukan dengan cara terbuka. Ketika selesai beroperasi, perusahaan meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air.

Air Asam Tambang. Air asam tambang mengandung logam-logam berat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika air asam tambang sudah terbentuk maka akan sangat sulit untuk menghentikannya karena sifat alamiah dari reaksi yang terjadi pada batuan. Sebagai contoh, pertambangan timbal pada era kerajaan Romawi masih memproduksi air asam tambang 2000 tahun setelahnya.


Tailing. Tailing dihasilkan dari operasi industri pertambangan dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar 97 persen dari bijih yang diolah oleh pabrik pengolahan bijih akan berakhir sebagai tailing. Tailing mengandung logam-logam berat dalam kadar yang cukup mengkhawatirkan, seperti tembaga, timbal atau timah hitam, merkuri, seng, dan arsen. Ketika masuk kedalam tubuh mahluk hidup logam-logam berat tersebut akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh dan dapat menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan. Dewagumay
More about → Harta Warisan Industri Pertambangan

Industri Pertambangan Naikkan IHSG

Diposting oleh Unknown on Senin, 31 Mei 2010



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan pasar, Selasa (20/4) pagi, menguat. IHSG naik 0,68 persen atau 18,4 poin menjadi 2.859,544 poin. Sementara indeks LQ-45 bertambah 3,997 poin menjadi 553,607 poin.

Menurut analis PT Valbury Asia Securities Krisna Dwi Setiawan, faktor utama yang mendorong IHSG menguat karena pelaku pasar membeli saham
industri pertambangan. Di antaranya Indyka Energi sebanyak 13,12 juta unit senilai Rp 40,14 miliar pada kurs akhir Rp 4.900 atau naik Rp 75 per saham di industri pertambangan.

Selain itu, pelaku pasar juga membeli saham Astra, Indo Tambang Mega, Auto, serta Astra Agro Lestari. Saham-saham tersebut nilainya menguat. "Kami optimis indeks pada sore nanti akan kembali menguat hingga mencapai angka 2.900 poin," kata Krisna.

Faktor positif lain dapat memicu IHSG naik adalah aliran dana asing yang terus meningkat. "Melihat aliran dana asing yang meningkat, indeks seharusnya sudah bisa meliwati angka 2.900, poin bahkan mendekati 3.000 poin, ucap Krisna.

Pelaku asing, tambah Krisna, kini terus melakukan investasi di pasar domestik karena peluang pasar di dalam negeri masih menjanjikan. Bahkan, Indonesia ke depan masih memberikan pendapatan yang lebih tinggi karena pertumbuhan ekonominya terus membaik dan diperkirakan bisa mencapai di atas enam persen. "Karena itu, faktor positif dari luar yang masih terjadi juga harus dimanfaatkan pasar domestik agar indeks bisa mencapai angka 3.000 poin, kata Krisna.(BOG/Ant)


liputan6.com

More about → Industri Pertambangan Naikkan IHSG

ShareThis