Tampilkan postingan dengan label baby sitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baby sitter. Tampilkan semua postingan

Baby Sitter Balita

Diposting oleh Unknown on Kamis, 29 April 2010



Disaat para ibu harus kembali aktif bekerja setelah cuti melahirkan usai, timbul pertanyaan siapa yang akan mengasuh dan mengawasi bayi Anda. Walaupun banyak perusahaan jasa penyalur Baby Sitter yang ada di situs iklan baris, sebaiknya Anda membaca tips berikut ini saat memilih pengasuh bayi agar hati tenang saat berkerja dan terhindar dari pengasuh "nakal".

1. Mencari referensi. Lebih baik menanyakan kepada rekan Anda untuk membandingkan dan mencari perusahaan jasa penyalur pengasuh di koran ataupun di situs iklan baris. Biasanya rekomendasi bisa memberikan rasa keyakinan bahwa Anda memilih pengasuh baik.

2. Pengalaman adalah suatu keharusan.
Jika sudah menemukan calon pengasuh sebaiknya Anda bertanya lebih lanjut apakah dia sudah berpengalaman. Beberapa pertanyaan spesifik seperti, bagaimana berinteraksi dengan anak ataupun bagaimana mengatasi jika anak menangis selama 10 menit tanpa henti. Bahkan pertanyaan sederhana seputar pertolongan pertama juga bisa Anda gunakan. Jawaban calon pengasuh akan membantu Anda guna mengukur pengalaman dan tanggung jawab menjaga anak.

3. Periksa ulang referensi. Setelah mempersempit pilihan Anda maka sebaiknya Anda mengecek ulang dengan menghubungi atau bahkan bertemu langsung dengan orang yang mempekerjakan dia sebelumnya. Dengan begitu Anda bisa mengetahui bagaimana dan berapa lama dia bekerja. Mintalah jawaban yang jujur apakah dia bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.

4. Tetap melakukan pengawasan. Setelah referensi diperiksa dan beres, Anda bisa memanggil baby sitter datang ke tempat Anda guna menjaga anak. Biarkan pengasuh berinteraksi dengan anak namun tetaplah dalam pengawasan Anda baik secara diam-diam ataupun dari ruangan lain. Hal ini akan memberi kesempatan bagi pengasuh anda mulai bekerja, sehingga ia tidak canggung jika sewaktu-waktu Anda harus berpergian


liputan6.com

More aboutBaby Sitter Balita

Memilih Pengasuh Bayi Yang Tepat

Diposting oleh Unknown on Jumat, 23 April 2010



Disaat para ibu harus kembali aktif bekerja setelah cuti melahirkan usai, timbul pertanyaan siapa yang akan mengasuh dan mengawasi bayi Anda. Walaupun banyak perusahaan jasa penyalur Baby Sitter, sebaiknya Anda membaca tips berikut ini saat memilih pengasuh bayi agar hati tenang saat berkerja dan terhindar dari pengasuh "nakal".

1. Mencari referensi. Lebih baik menanyakan kepada rekan Anda untuk membandingkan dan mencari perusahaan jasa penyalur pengasuh di koran ataupun di iiklan baris. Biasanya rekomendasi bisa memberikan rasa keyakinan bahwa Anda memilih pengasuh baik.

2. Pengalaman adalah suatu keharusan.
Jika sudah menemukan calon pengasuh sebaiknya Anda bertanya lebih lanjut apakah dia sudah berpengalaman. Beberapa pertanyaan spesifik seperti, bagaimana berinteraksi dengan anak ataupun bagaimana mengatasi jika anak menangis selama 10 menit tanpa henti. Bahkan pertanyaan sederhana seputar pertolongan pertama juga bisa Anda gunakan. Jawaban calon pengasuh akan membantu Anda guna mengukur pengalaman dan tanggung jawab menjaga anak.

3. Periksa ulang referensi. Setelah mempersempit pilihan Anda maka sebaiknya Anda mengecek ulang dengan menghubungi atau bahkan bertemu langsung dengan orang yang mempekerjakan dia sebelumnya atau bisa juga di cek di iklan baris. Dengan begitu Anda bisa mengetahui bagaimana dan berapa lama dia bekerja. Mintalah jawaban yang jujur apakah dia bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.

4. Tetap melakukan pengawasan. Setelah referensi diperiksa dan beres, Anda bisa memanggil baby sitter datang ke tempat Anda guna menjaga anak. Biarkan pengasuh berinteraksi dengan anak namun tetaplah dalam pengawasan Anda baik secara diam-diam ataupun dari ruangan lain. Hal ini akan memberi kesempatan bagi pengasuh anda mulai bekerja, sehingga ia tidak canggung jika sewaktu-waktu Anda harus berpergian


liputan6.com

More aboutMemilih Pengasuh Bayi Yang Tepat

Memilih Baby Sitter

Diposting oleh Unknown on Senin, 04 Januari 2010



Memilih baby sitter yang tepat bukanlah perkara gampang. Satu hal yang paling penting adalah perlu ada kecocokan antara anak dan babysitter-nya karena hal itu akan memudahkan bagi keduanya. Anak akan mudah diasuh, babysitter akan mudah mengasuh.

Mungkin Anda tidak akan menemukan baby sitter ideal dari yayasan penyalur. Tapi, sebagai panduan untuk mendapat babysitter yang baik, ada baiknya Anda memahami poin-poin yang menjadi persyaratan berikut ini:

* Rapi dan Bersih
Penampilannya mencerminkan kepribadiannya. Kebersihan dan kerapian pertama kali bisa dinilai dari penampilannya, misalnya berpakaian rapi, berkuku bersih, rambut tersisir, kulit bersih, dan sebagainya. Sekaligus ia pun bersih dan rapi dalam hal perawatan anak. Misalnya, selalu membersihkan alat kelamin si kecil setelah ngompol dan kemudian tak pernah lupa membasuh tangannya. Ingat, lo, terutama bayi, masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

* Sehat
Kesehatan baby sitter sangat penting , baik fisik maupun mental. Lagipula dengan babysitter sehat, anak terhindar tertular penyakit. Jangan segan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dari calon babysitter. Mahal sedikit tak apa, demi anak Anda.

* Ceria
Pembawaan baby sitter yang ceria akan berdampak pada si kecil. Lebih bagus lagi jika ia memiliki rasa humor, sehingga bisa memberi suasana gembira pada anak.

* Sabar
Kesabaran adalah salah satu modal utama dalam pengasuhan anak. Sabar di sini tidak diartikan sebagai tidak boleh marah. Seorang baby sitter boleh saja marah. Caranya, memberitahu atau menegur anak bila melakukan kenakalan.

* Jujur
Kejujuran juga modal utama dalam segala hal. Bayangkanlah, apa jadinya jika Anda punya baby sitter suka berbohong? Salah-salah, anak Anda dikatakan sudah makan saat ditinggal pergi oleh Anda. Padahal, tak sesendok nasi pun masuk ke mulutnya. Atau ia mengatakan sudah meminumkan
obat, padahal obatnya dimuntahkan si kecil.

* Punya Pengetahuan Dasar
Babysitter wajib mengetahui gejala-gejala penyakit yang pada umumnya diderita anak, dan mampu mengatasinya pada gejala awal.
Ia pun perlu tahu pencegahan suatu penyakit. Misalnya, selalu mensterilkan peralatan minum dan makan anak. Juga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bermain si anak. Misalnya menjauhkan benda-benda tajam jauh dari jangkauan anak.



http://rinimaniez.blogspot.com
More aboutMemilih Baby Sitter

ShareThis